Alkitab yang Membaca Kita

Menjadi Manusia Penafsir dari Taurat hingga Para Nabi

  • Henry Dianto P. Sinaga
  • 2026
  • Teologia

Buku ini mengajak pembaca memasuki sebuah pembalikan penting dalam penafsiran Kitab Suci: kita bukan hanya membaca Alkitab, tetapi juga dibaca olehnya. Dari fondasi hermeneutika, manusia penafsir, wahyu dan teks, Taurat, narasi sejarah, puisi dan hikmat, hingga para nabi, pembaca diajak menyadari bahwa dirinya tidak pernah netral di hadapan firman.\n\nDengan ketelitian akademik dan kepekaan rohani, buku ini menegaskan bahwa iman dan ketelitian bukanlah lawan. Bahasa, sejarah, genre, kanon, dan tradisi perlu dipelajari dengan rendah hati, sambil terus menguji motif, struktur kuasa, dan buah etis dari setiap penafsiran.\n\nMelalui empat gerak—amati, kenali, uji, dan tanggapi—pembaca diarahkan kepada ketaatan yang konkret, korektif, dan bertumbuh di dalam komunitas. Buku ini juga menempatkan pembacaan Alkitab dalam tanggung jawab publik Indonesia: pluralitas, keadilan, martabat sesama, kerentanan, dan pengharapan.\n\nPada akhirnya, tujuan buku ini bukan menghasilkan orang yang paling cepat menjawab, melainkan manusia yang paling dapat dipercaya ketika berbicara tentang Allah: berani karena telah mendengar, lembut karena sadar keterbatasan, kritis karena mencintai, dan berharap karena percaya bahwa Allah belum selesai bekerja.